Hari Ini Harus Lebih Baik Dari Kemarin

“Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (Al Hadist)

Itu lah petikan hadist Rosululloh Muhammad SAW berabad abad silam. Terlepas dari lemah atau kuatnya hadist tersebut, rosululloh telah mengingatkan kita bahwa setiap hari amal kita harus lebih baik dari hari sebelumnya agar kita termasuk orang yang beruntung. Jika saat ini sama dengan kemarin berarti kita termasuk orang yang rugi, apalagi jika hari ini lebih buruk dari kemarin, maka kita termasuk orang yang celaka.

Dari uraian tadi kita mungkin berfikir bahwa sangatlah sulit untuk setiap hari menjadi orang beruntung yang terus kualitasnya naik, karena sunatulloh kita sebagai manusia terkadang amal kita lebih buruk dari hari sebelumnya. Oleh karena itu, kita harus mensiasati hal tersebut dengan cara memperbaiki kekurangan hari sebelumnya dengan lebih banyak melakukan kebaikan setelahnya.

Misal, hari ini lebih buruk dari kemarin, maka besok kita harus mengganti keburukan yang dilakukan hari ini dengan taubat dan kebaikan yang lebih banyak, begitu juga jika hari selanjutnya kita lebih buruk dari sebelumnya, maka kita harus mengganti keburukan hari itu dengan taubat dan berbuat baik yang lebih banyak (turun sedikit naik lebih banyak), sehingga tidak terasa selama sebulan kualitas keimanan, ibadah dan hidup kita merangkak naik, meskipun fluktuatif, begitu pun seterusnya sebulan, setahun, dan bertahun-tahun insyaAlloh kita menjadi lebih baik.

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang beruntung yang terus berubah menjadi lebih baik. Aamiin

Wallohu’alam